Selasa, 16 April 2013

Hubungan Mesra Antara Wahabis Saudi Dengan Zionis Yahudi
 
Persahabatan Abadi Antara Israel dan Saudi Langgeng Hingga Di Akhiat..........!
.
Seiring meningkatnya laju transformasi di dunia Arab, media- media regional menurunkan laporan tentang kedekatan beberapa negara Arab dengan rezim Zionis Israel. Sebuah pendekatan yang senantiasa ditentang oleh bangsa- bangsa di kawasan.
.
Sebelum revolusi di dunia Arab, Mesir dan Tunisia, termasuk negara yang sangat dekat dengan Amerika Serikat dan selalu mendapat dukungan dari negara adidaya itu, namun begitu kebangkitan dan protes pecah, Washington mulai berpaling dan meninggalkan para diktator pro- Barat bergulat sendirian dengan kemarahan rakyat.
.
Sikap Gedung Putih terhadap Hosni Mubarak, yang selama ini mengabdi kepada AS, adalah contoh nyata pengkhianatan Washington. Sekarang, setelah melihat sikap mendua Washington, beberapa pemimpin Arab memilih Israel sebagai sahabatnya di tengah meluasnya Arab Spring dan ketidakpercayaan terhadap AS. Mereka sedang berupaya memperkuat hubungannya dengan Tel Aviv, tapi sengaja menyembunyikan kedekatan itu untuk menghindari kemarahan rakyat.
.
Beginilah tingkah laku Raja-raja arab diluar negeri, saling bercanda akrab dengan para perampas dan penindas bangsa muslim. Mereka tidak lebih dari sekumpulan Babi yang saling bertukar kotoran
Raja Abdullah(saudi), avigdor leberman(menlu israel) dan Raja hamad alkhalifa(bahrain)
.
Meski demikian, hubungan beberapa negara Arab dengan Israel, termasuk Arab Saudi tidak ada kaitannya dengan Arab Spring, tapi punya sejarah panjang dan dirahasiakan lapor al-arabia tv.
.
Normalisasi hubungan dengan Israel, penandatanganan kontrak perdagangan dan kesepakatan dengan perusahaan- perusahaan maskapai penerbangan, termasuk di antara langkah yang diambil negara- negara Arab di Teluk Persia.
.
Sebagai hasil dari proses perdamaian di Timur Tengah, negara-negara Teluk Persia menunjukkan minat menjalin hubungan dengan Israel untuk pertama kalinya sejak tahun 1948. Kontak awal diikuti dengan serangkaian kunjungan timbal balik oleh pejabat tinggi. Pada Mei 1996, Israel membuka kantor perwakilan perdagangan di Oman dan Qatar untuk mengembangkan hubungan ekonomi, riset, dan perdagangan, dengan penekanan pada pemanfaatan sumber daya air, pariwisata, pertanian, kimia dan teknologi canggih.
.
Setelah bejalar dari pergolakan di Tunisia, Mesir dan Libya, kini para pemimpin Arab mulai memahami bahwa Gedung Putih sama sekali tidak bisa dipercaya. Meski Mubarak telah lama mengabdi kepada Washington dan terbilang sebagai sekutu paling besar AS di Timur Tengah, namun AS tidak menganggap itu penting dan bahkan terlibat untuk menggulingkannya.
.
Muammar Gaddafi menghentikan program senjatanya dan bangkit melawan terorisme demi mendapat respon positif dari AS, tapi Washington tidak menghargai pengabdian tulus Ghadafi itu dan memimpin serangan untuk menghapus nya dari muka bumi.
.
Memperhatikan sikap seperti itu, maka tidak ada jalan lain bagi para pemimpin Arab kecuali menemukan sekutu yang bisa dipegang komitmennya. Arab Saudi bangkit memimpin kebijakan itu dan mengajak beberapa negara Arab lainnya dengan harapan Israel lebih setia dari AS.
.
Isu Iranphobia setidaknya bisa menjadi perekat antara Saudi dan Israel di samping upaya bersama untuk membendung kebangkitan rakyat. Jika gerakan kebangkitan rakyat di kawasan tidak bisa dihentikan, maka dapat dipastikan lebih banyak lagi pemimpin Arab yang bakal gulung tikar untuk kemudian terjungkal menjadi sampah sejarah dan Israel juga akan terkepung kelompok revolusioner.
.
Mendiang raja abdullah ketika bersama kekasihnya george bush sedang bergandeng tangan dengan mesra
Raja Abdullah bersama george bush

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar